Makassar: Seorang ayah dan anak di Kampung Batu-batuan, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tidak dikenal pada Senin sore, 4 November 2019.
Sang anak, Ambo, 30, tewas sedangkan Mantari Daeng Nuntung, 60, terluka berat dan dirawat di rumah sakit umum Jeneponto, dalam keadaan kritis.
"Terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara) dan satu orang luka berat," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 6 November 2019.
Dicky menjelaskan kedua korban dikeroyok oleh sekelompok orang menggunakan batu dan parang. Luka berat pada wajah Ambo membuatnya mengalami pendarahan hebat hingga meninggal. Sementara sang ayah langsung dibawa ke rumah sakit.
"Setelah kejadian kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit umum Lanto Daeng Pasewang untuk dilakukan visum et repertum," jelasnya.
Menurut Dicky pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mencari gambaran peristiwa pengeroyokan.
"Motif dan kronologis kejadiannya sampai saat ini masih didalami dan dilakukan penyelidikan atau pemeriksaan saksi-saksi terhadap dugaan pelaku," pungkasnya.
(IDM)
Ayah dan Anak Jadi Korban Penganiayaan, 1 Tewas
Penyidik Polres Jeneponto saat melakukan olah tempat kejadian perkara, Kampung Batu-batua, Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (Foto: Medcom.id/Syawaluddin)