Kenali Jamur Hitam, Penyakit Mematikan yang Serang Pasien Covid-19 di India

Seorang tenaga kesehatan memeriksa seorang pasien terinfeksi jamur hitam di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, India, 23 Mei 2021. (SAM PANTHAKY / AFP) Seorang tenaga kesehatan memeriksa seorang pasien terinfeksi jamur hitam di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, India, 23 Mei 2021. (SAM PANTHAKY / AFP)

Apakareba: Sedang ramai diperbincangkan terkait infeksi jamur hitam yang diderita oleh banyak orang di India. Penyakit tersebut dialami terutama pada pasien yang terpapar covid-19. Bahkan, sejumlah negara bagian di India mendeklarasikan infeksi jamur ini sebagai penyakit epidemi.

Lalu, apakah penyakit infeksi ini sudah terdeteksi di Indonesia? Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan penyakit jamur hitam yang melanda India belum ditemukan di Indonesia. 

“Itu adanya di India, tetapi di kita (Indonesia) belum ya,” kata Budi usai meresmikan Sentra Vaksinasi Traveloka di Tangerang Selatan, Rabu pagi, 2 Juni 2021, seperti dilansir dari Antara.

Meski infeksi jamur hitam belum terdeteksi di Indonesia, ada baiknya kita mempelajari soal penyakit tersebut. Berikut hal-hal yang perlu kalian ketahui soal infeksi jamur hitam.

1. Apa itu infeksi jamur hitam?

Dilansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat, infeksi jamur hitam atau mucormycosis merupakan infeksi jamur yang serius tetapi jarang dialami oleh seseorang. Jamur yang menyebabkan infeksi tersebut hadir secara alami di lingkungan, terutama di tanah dan bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, atau kayu busuk. 

Baca juga: Khawatir Jantung Berhenti Saat Olahraga? Kenali Penyebab dan Pencegahannya di Sini

Orang bisa terpapat mucormycosis usai bersentuhan dengan spora jamur di lingkungan. Mucormycosis biasanya menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau mengonsumsi obat-obatan yang menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit.

2. Tipe-tipe mucormycosis

Mucormycosis tidak hanya menyerang bagian pernapasan, tetapi bisa juga menginfeksi bagian tubuh lainnya. Berikut jenis-jenis mucormycosis:

- Rhinocerebral (sinus dan otak) mucormycosis adalah infeksi pada sinus yang bisa menyebar ke otak. Kasus mucormycosis jenis ini biasa ditemukan pada orang dengan diabetes tidak terkontrol dan pada orang yang menjalani transplantasi ginjal.
- Mucormycosis paru-paru adalah jenis mucormycosis yang sering dialami oleh orang dengan kanker dan pada orang yang telah menjalani transplantasi organ atau sel induk.
- Mucormycosis gastrointestinal merupakan infeksi yang lebih sering menyerang anak-anak. Terutama, bayi prematur dan berat badan lahir rendah kurang dari satu bulan yang telah menjalani antibiotik, operasi, atau obat-obatan yang menurunkan kekebalan tubuh. 
- Mucormycosis kulit terjadi setelah jamur masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit. Mucormycosis jenis ini paling umum dialami oleh orang-orang yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Mucormycosis diseminata bisa mempengaruhi otak, tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti limpa, jantung, dan kulit. Infeksi ini menyebar melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ dalam tubuh.

3. Gejala yang dialami seseorang ketika terpapar mucormycosis

Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi jamur hitam bergantung pada bagian tubuh mana yang terpapar jamur tersebut. Berikut gejala-gejala yang akan dialami seseorang berdasarkan jenis mucormycosis yang dialaminya.

Gejala mucormycosis sinus dan otak

- Pembengkakan wajah satu sisi
- Sakit kepala
- Hidung atau sinus tersumbat
- Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam mulut bagian atas
- Demam

Gejala mucormycosis paru-paru

- Demam 
- Batuk
- Nyeri dada
- Sesak napas

Gejala mucormycosis kulit

- Terlihat seperti lecet atau bisul
- Area yang terinfeksi dapat berubah menjadi hitam
- Rasa sakit, panas, hingga kemerahan yang berlebihan atau pembengkakan di sekitar luka.

Gejala mucormycosis gastrointestinal

- Sakit perut
- Mual dan muntah
- Pendarahan gastrointestinal

Gejala mucormycosis diseminata

Mucormycosis jenis ini biasanya terjadi pada orang yang sudah sakit. Sehingga sulit untuk mengetahui gejala mana yang berhubungan dengan mucormycosis diseminata. Pasien dengan infeksi diseminata di otak dapat mengalami perubahan status mental atau koma.

4. Bagaimana pengobatan mucormycocis?

Tidak seperti covid-19, infeksi jamur hitam sudah ditemukan obatnya. Mucormycosis perlu diobati dengan resep obat antijamur. Obat yang digunakan biasanya amfoterisin B, pasaconazole, atau isavuconazole. 

Baca juga: Anak Mengaku Alami Kekerasan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Obat-obatan tersebut diberikan melalui vena atau melalui mulut. Perlu diketahui, obat-obatan lain, termasuk flukonazol, vorikonazol, dan echinocandins, tidak bekerja melawan jamur yang menyebabkan mucormycosis. Tak jarang, dibutuhkan pembedahan untuk memotong jaringan yang terinfeksi mucormycosis.

5. Bagaimana seseorang bisa terpapar mucormycosis?

Orang bisa terpapar mucormycosis melalui kontak dengan spora jamur di lingkungan. Misalnya, orang yang mengalami mucormycosis paru-paru atau sinus dapat terinfeksi usai menghirup spora dari udara. Mucormycosis kulit juga dapat terjadi setelah jamur memasuki kulit melalui goresan, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.



(SYI)