BIN Sulbar Siapkan Tambahan 13 Ribu Dosis untuk Vaksinasi Massal Tahap Ketiga

 BIN daerah Sulbar melakukab vaksinasi massal. (Istimewa) BIN daerah Sulbar melakukab vaksinasi massal. (Istimewa) BIN daerah Sulbar melakukab vaksinasi massal. (Istimewa) BIN daerah Sulbar melakukab vaksinasi massal. (Istimewa)

Apakareba:  Badan Intelijen Negara (BIN) daerah Sulawesi Barat (Sulbar) kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi covid-19 massal tahap tiga. Hingga kini, sudah lebih dari 30 ribu warga Sulbar disuntik vaksin dosis pertama serta kedua.
 
"Ini menunjukkan antusias masyarakat Sulbar dalam mendukung upaya pemerintah mengakhiri pandemi covid-19. Kami kembali menambah 13 ribu dosis vaksin pada akhir 2021," kata Kepala BIN daerah Sulbar, Sudadi, dilansir Medcom.id, Minggu, 5 Desember 2021.
 
Sudadi menyebut, 20 gerai vaksinasi dibuka sejak Sabtu, 4 Desember 2021. Gerai vaksinasi digelar secara door-to-door di lingkungan masyarakat serta sekolah di empat Kabupaten, yakni Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar dan Pasangkayu.

Sudadi mengingatkan, masyarakat yang sudah divaksinasi agar tidak mengabaikan protokol kesehatans sebab pandemi covid-19 belum berakhir. Warga juga diimbau terus menerapkan protokol kesehatan karena efektif mencegah penularan dan penyebaran covid-19.

Baca juga: Pemprov Sulsel Minta Stok Vaksin Covid-19 Habis dalam Sepekan
 
"Tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumunan, serta sering mencuci tangan dengan antiseptik. Terapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan kekebalan tubuh," kata dia.
 
Dia mengimbau masyarakat Sulbar untuk mengikuti vaksinasi dosis lengkap, sehingga kekebalan kelompok bisa terwujud. Warga diminta tidak ragu ikut vaksinasi covid-19.
 
"Jangan terprovokasi dengan hoaks dan tidak berdasar mengenai vaksin. Percayakan itu semua kepada pemerintah. Kita harus terus bergerak untuk keluar dari pandemi ini, caranya dengan menciptakan kekebalan kelompok," bebernya.
 
Sebelumnya, BIN daerah Sulbar telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menyasar 11.000 orang. Kemudian tahap kedua 20.200 orang, pada periode Oktober-November.



(NAI)

Berita Lainnya