Alami Beberapa Masalah Haid, Kapan Harus ke Dokter?

Foto: Pexels.com Foto: Pexels.com

Apakareba: Setiap wanita pasti mengalami proses menstruasi atau haid setiap bulannya sejak menginjak masa purbetas. Saat menstruasi, darah akan keluar dari vagina akibat dinding rahim yang luruh lantaran tidak adanya sel telur di rahim alias tidak dibuahi oleh sperma.

Siklus mestruasi setiap wanita pun bisa berbeda, ada yang normal dan ada pula yang tidak teratur. Gejala yang dirasakan wanita, baik secara fisik maupun psikologis menjelang mestruasi pun tidak semuanya sama. Ada yang merasa payudaranya sakit, ada yang kesakitan akibat kram perut, bahkan tak jarang ada yang sampai merasa cemas atau depresi. 

Ketika menstruasi yang kalian alami tetap konsisten, maka tidak ada alasan untuk mengkhawatirkannya. Tetapi, bila kalian mengalami perubahan siklus menstruasi, maka kalian waspada. 

Lantas, tanda-tanda menstruasi apa yang perlu dikhawatirkan atau dinilai tidak normal? Dilansir dari Healthline berikut tujuh masalah menstruasi yang layak dikonsultasikan ke dokter.

1. Melewatkan periode menstruasi

Tidak semua wanita memiliki siklus haid yang teratur. Tetapi, sebagian besar wanita mendapatkan menstruasi setiap 28 hari sekali. Bila kalian melewatkan periode menstruasi, salah satu kemungkinan yang terjadi adalah kehamilan. Untuk itu, ada baiknya tes kehamilan dilakukan segera mungkin demi mengetahui jawabannya. Apabila kalian ternyata tidak hamil, terdapat hal lain yang mungkin menjadi penyebab kalian melewati menstruasi, seperti:

- Olahraga terlalu intens atau penurunan berat badan yang signifikan. Berolahraga berlebihan bisa mempengaruhi kadar hormon yang mengontrol siklus menstruasi kalian. Ketika banyak lemak tubuh yang hilang akibat diet dan olahraga, menstruasi kalian bisa berhenti. Sebab, lemak tubuh dibutuhkan untuk memproduksi hormon.

- Pertambahan berat badan. Kalau tadi dipengaruhi hilangnya lemak tubuh, ternyata bertambah berat badan juga dapat membuang keseimbangan hormon kalian. Kondisi ini tentunya dapat menganggu siklus menstruasi kalian.

- Mengonsumsi pil KB terus menerus. Terdapat pil KB tertentu yang memberikan dosis hormon terus menerus yang membuat kalian mengalami lebih sedikit periode menstruasi. Bahkan dalam beberapa kasus, pil KB dapat menghentikan menstruasi kalian.

- Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Orang yang mengidap PCOS memiliki ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan mestruasi dan pertumbuhan tidak teratur yang bisa berujung pembentukan kista multipel pada ovarium. Tak jarang kondisi ini juga dapat menyebabkan kemandulan.

- Stres ekstrim. Berada di bawah tekanan bisa membuat kita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

- Perimenopause. Kondisi ini dialami oleh wanita yang berusia akhir 40-an atau awal 50an. Perimenopause merupakan periode waktu terkemuka sampai menopause ketika kadar estrogen menurun. Seorang wanita bisa dibilang secara resmi mengalami menopause bila selama 12 bulan berturut-turut tidak mengalami menstruasi. Tetapi, menstruasi kalian bisa juga sangat berfluktuasi dalam beberapa tahun mengarah ke menopause.

2. Pendarahan hebat

Setiap wanita mengeluarkan darah menstruasi dalam jumlah volume yang berbeda-beda. Biasanya, bila selama satu jam pembalut atau tampon kalian sudah penuh, maka bisa jadi kalian mengalami menoragia atau aliran menstruasi yang tidak normal. Pendarahan hebat biasanya akan diikuti dengan tanda-tanda anemi, seperti kelelahan atau sesak napas. 

Baca juga: Bisa Turunkan Risiko Kanker Serviks, Yuk Konsumsi 6 Makanan Ini!

Penyebab pendarahan menstruasi yang berat bisa meliputi ketidakseimbangan hormon, seperti PCOS, fibroid atau polip, endometriosis, alat kontrasepsi dalam rahim, hingga kanker. Komplikasi kehamilan juga bisa menyebabkan aliran deras darah yang menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik. Kondisi itu biasanya terjadi begitu dini sehingga kalian mungkin tidak menyadari sedang hamil.

3. Periode menstruasi yang abnormal

Periode menstruasi bisa dianggap normal ketika berlangsung dari dua hingga tujuh hari. Menstruasi yang singkat mungkin tidak perlu dikhawatirkan, terutama bila itu hal yang biasa bagi kalian. Sebab, siklus menstruasi juga akan memendek jika kalian menggunakan kontrasepsi hormonal.

Kondisi menopause juga bisa menganggu siklus normal kalian. Tetapi, bila periode menstruasi menjadi jauh lebih pendek secara tiba-tiba, maka segera periksakan ke dokter. 

Kalau tadi berbicara soal memendekan periode menstruasi, kini kita membahas menstruasi yang lebih lama dari biasanya. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi itu melipui pendarahan hebat yang diakibatkan ketidakseimbangan hormon, fibroid, hingga polip.

4. Kram hebat

Mengalami kram saat menstruasi merupakan suatu hal yang wajar. Hal ini disebabkan oleh kontraksi rahim yang mendorong keluar lapisan rahim kalian. Biasanya, kram terjadi satu atau dua hari sebelum menstruasi dan berlangsung selama dua hingga empat hari.

Sebagian wanita mengalami kram ringan dan tidak menganggu. Sebaliknya, banyak juga yang mengalami kondisi kram lebih parah atau disebut dismenore. Berikut kemungkinan penyebab lain dari kram yang menyakitkan:

- Fibroid
- Alat kontrasepsi dalam rahim
- Endometriosis
- Adenomiosis
- Penyakit radang panggul (PID)
- Penyakit menular seksual 
- Stres

5. Pendarahan di antara periode menstruasi

Ada beberapa alasan yang bisa menjawab mengapa kalian melihat bercak atau pendarahan di antara periode menstruasi. Penyebabnya antara lain akibat perubahan dalam pengendalian kelahiran. Sedangkan kondisi lainnya memerlukan konsultasi ke dokter. Berikut penyebab pendarahan di antara periode:

- Melewatkan atau mengganti pil KB
- Penyakit kelamin seperti klamidia atau gonore
- PCOS
- Cedera pada vagina (seperti saat berhubungan seks)
- Polip rahim atau fibroid
- Kehamilan
- Keguguran
- Perimenopause
- Kanker serviks, ovarium, atau rahim.

6. Nyeri payudara

Fluktuasi kadar hormone ketika menstruasi dapat menyebabkan nyeri payudara. Terkadang kalian bisa merasakan sakitnya sampai ke ketiak yang terdapat beberapa jaringan payudara di sana. Kalian harus mulai waspada bila nyeri payudara yang dirasakan tidak sesuai dengan siklus bulanan kalian. Meski nyeri payudara biasanya tidak diakibatkan oleh kanker, kondisi itu bisa saja menjadi gejala.

Baca juga: Bisa Sebabkan Cacat, Kenali Penyebab hingga Gejala Penyakit Kusta

7. Diare atau muntah

Sakit perut saat menstruasi merupakan gejala yang paling umum dirasakan oleh wanita. Dalam suatu penelitian, 73 persen wanita melaporkan mengalami sakit perut, diare, atau keduanya saat menstruasi.

Bila gejala-gejala ini tidak normal untuk kalian, maka bisa saja hal itu mengarah ke kondisi medis lainnya. Sebab, diare atau muntah yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk itu, segera konsultasikan gejala ini ke dokter.



(SYI)

Berita Lainnya