Polisi Ultimatum FPI Terkait Penyebaran Informasi Bohong

(Ilustrasi) Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala (Ilustrasi) Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala

Jakarta: Polda Metro Jaya mengultimatum Front Pembela Islam (FPI) untuk tidak menyebarkan berita bohong. Ultimatum ini disampaikan setelah FPI bersikeras menyebutkan bahwa enam laskar khusus yang mengawal Imam Besar FPI Rizieq Shihab tidak membawa senjata api.

Polisi tak segan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba memutarbalikkan fakta di lapangan. "Kalau memang ada pernyataan seperti itu (tidak membawa senjata api) jangan menyebarkan berita bohong itu bisa dipidanakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 9 Desember 2020.

Penyidik telah mengantongi barang bukti terkait kepemilikan senjata api keenam laskar khusus itu. Di anataranya satu pucuk senjata api (senpi) rakitan dan tiga amunisi ukuran 9 mm, satu pucuk senpi rakitan dan 14 amunisi ukuran 9 mm, satu pedang ukuran 1 meter, satu samurai ukuran 1 meter, satu celurit ukuran 60 cm, satu tongkat kayu berujung runcing ukuran 50 cm, satu buah ketapel beserta klereng sebanyak 10 butir, dan satu unit mobil Chevrolet Spin berwarna abu-abu.

"Nanti akan kita jelaskan lagi setelah investigasi, nanti kita sampaikan kalau sudah lengkap semuanya," sebut Yusri.

Sebanyak enam pengikut Rizieq ditembak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50, pukul 00.30 WIB, Senin, 7 Desember 2020. Polisi mulanya menyelidiki informasi adanya pengerahan massa ke Polda Metro Jaya menyusul panggilan pemeriksaan kedua terhadap Rizieq.

Polisi memantau pergerakan FPI di titik perkumpulan di Perumahan Mutiara Nature Sentul, Bogor, Jawa Barat, pukul 23.00 WIB, Minggu, 6 Desember 2020. Kemudian menemukan dua mobil mencurigakan yang ditumpangi 10 pengikut Rizieq.

Polisi mencoba memberhentikan mobil itu, namun polisi dipepet dan ditabrak. Pengikut Rizieq sempat menodongkan senjata tajam dan senjata api ke polisi.

Merasa terancam, polisi menembak enam penyerang hingga tewas, sedangkan empat lainnya melarikan diri. Laskar FPI yang tewas, yakni Andi Oktiawan, 33; Ahmad Sofiyan/Ambon, 26; Faiz Ahmad Syukur, 22; Muhammad Reza, 20; Lutfi Hakim, 25; dan Muhammad Suci Khadavi, 21.

Di sisi lain, FPI mengaku tidak ada pengerahan massa ke Polda Metro Jaya. Mobil yang dibuntuti polisi disebut salah satu iring-iringan laskar khusus pengawal Rizieq menuju agenda dakwah subuh internal.



(SYI)

Berita Lainnya