Dinkes Sulsel Kirim 40 Sampel ke Balitbangkes untuk Identifikasi Varian Baru Covid-19

Ilustrasi/Medcom.id Ilustrasi/Medcom.id

Apakareba: Sebanyak 40 sampel yang diambil dari pasien covid-19 di Rumah Sakit Plamonia Makassar dan lainnya, telah dikirimkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Pengiriman puluhan sampel itu bertujuan untuk mengidentifikasi varian baru virus korona.

"Kita sedang menunggu hasil 40 sampel yang sudah kita kirim pekan lalu. Paling cepat hasilnya keluar mungkin pekan depan," kata Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulsel, dr Nurul, seperti dilansir dari Antara.

Varian baru covid-19, sebut Nurul, harus diwaspadai oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat. Hal ini mengingat beberapa kasusnya telah ditemukan di beberapa wilayah Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi hal tersebut, yakni dengan terus melakukan tracing dan testing. Terlebih, sejumlah daerah diketahui mengalami pelonjakan kasus pascalebaran 2021. Untuk itu, penyebaran covid-19 tetap harus diwaspadai.

"Makanya mesti diperhatikan kembali protokol kesehatan. Jangan pas melonjak pemerintah disalahkan," ucap dia.

Nurul menyebutkan kebanyakan masyarakat menganggap seolah-olah covid-19 sudah tidak ada, tetapi pihaknya tak lelah untuk terus mengingatkan keberadaan virus korona. Apalagi varian baru covid-19 kini juga mengancam seluruh daerah di Indonesia, khususnya Kota Makassar sebagai hub Indonesia Timur. Selain itu, interaksi sosial juga mulai padat. Tak lupa, perkantoran telah membuka berbagai kegiatan kedinasan sehingga perlu diwaspadai.

Baca juga: Bertambah, 97 Pekerja Proyek Apartemen di Makassar Positif Covid-19

"Semoga itu tidak jadi sumber penularan covid-19," ujar Nurul.

Nurul berharap peran serta seluruh Satgas Covid-19 hingga tingkat terkecil bisa berfungsi optimal. Masyarakat diharapkan bisa saling mengingatkan terkait penerapan protokol kesehatan, seperti menghindari kerumunan dan menjaga jarak. 

"Kita berusaha merespon baik jika ada laporan dan keluhan menyerupai covid-19 dan kemudian kita laporkan ke puskesmas masing-masing kemudian diperiksa. Apalagi isolasi mandiri dilakukan di rumah masing-masing," tutup dia.



(SYI)

Berita Lainnya