Antisipasi Omicron, Sulsel Siapkan 1.700 Kamar Isolasi di Asrama Haji Makassar

Ilustrasi Pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada anak-anak di Sulsel. Foto: Antara/HO-vaksinator Polda Sulsel Ilustrasi Pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada anak-anak di Sulsel. Foto: Antara/HO-vaksinator Polda Sulsel

Makassar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan 1.700 kamar isolasi di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 varian Omicron.

"Kita kan sudah ada arahan bahwa gejala ringan dan tanpa gejala nanti diisolasi, kita sudah siapkan 1.700 kamar dan di sana (Asrama Haji) tidak pernah tutup. Cuma sekarang ada lagi yang diterima sekitar 30-an orang," kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dilansir dari Antara, Rabu, 9 Februari 2022.

Di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda), Pemprov Sulsel juga menyiapkan kamar-kamar perawatan bagi pasien covid-19 di sejumlah rumah sakit.

"Di rumah sakit juga kita tetap ada isolasi, ini (rumah sakit) khusus untuk yang bergejala sedang hingga berat. Tapi sampai saat ini tingkat hunian ICU kita masih 1,53 persen, masih sangat dibawah," pungkas dia.

BACA: Wali Kota Makassar Danny Pomanto Kembali Positif Covid-19

Selain itu, Pemprov Sulsel menggencarkan vaksinasi dengan akan menurunkan 1.200 vaksinator secara bertahap yang akan disebar ke berbagai kabupaten untuk menyasar kelompok lansia. Pada Selasa, 8 Februari 2022, Sulsel telah melepas 500 vaksinator dalam mempercepat pencapaian vaksinasi 70 persen dosis 2.

"Semua daerah yang diindikasi masih rendah capaiannya menjadi target Bapak Presiden termasuk misalnya lansia masih kurang, kemudian khusus untuk kota kita akan terjun khusus, tapi untuk daerah kita akan bantu dengan tenaga kesehatan," jelas dia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Arman Bausat mengatakan, pihaknya telah meminta rumah sakit untuk menyiapkan berbagai peralatan dalam pelayanan pasien covid-19. Di antaranya kamar, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan yang akan melayani pasien covid-19.

"Dalam upaya pencegahan ini paling utama dilakukan menjaga protokol kesehatan dan PPKM dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah," ujar dia. (Monique Handa Shafira)



(UWA)

Berita Lainnya