Kemenparekraf Dukung Upaya Promosi Pariwisata Lewat Film

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (tiga kanan) saat bertemu dengan jajaran direksi PFN di Jakarta pada Kamis. ANTARA/HO. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo (tiga kanan) saat bertemu dengan jajaran direksi PFN di Jakarta pada Kamis. ANTARA/HO.

Perum Produksi Film Negara (PFN) akan mempromosikan pariwisata Indonesia melalui sektor film. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) 

"Kami dukung untuk mempromosikan pariwisata Indonesia yang sangat efektif melalui film. Contohnya juga sudah banyak, ada ‘Lord of The Ring’, ‘Crazy Rich Asian, ‘Eat Pray Love’, dan masih banyak lagi,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, dilansir dari i, Jumat, 23 September 2022. 

Angela menyebut saat ini kendala yang masih dihadapi para sineas adalah terkait keuangan dan pembiayaan untuk menghasilkan konten dan memproduksi film.

“Saya sempat berdiskusi dengan teman-teman pelaku perfilman isu yang paling utama mereka soroti adalah dari sisi komersial dan dari sisi financing, sebab kalau dari sisi artistik mereka sudah memiliki itu, tinggal bagaimana kita bisa membantu di kedua isu tersebut,” ungkap Angela.

Diketahui PFN merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pembiayaan film dan konten kreatif. Untuk itu Angela berharap kolaborasi yang terjalin  dapat dioptimalkan dengan menciptakan konten-konten promosi untuk menarik wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.

“Ini kolaborasi yang menarik kalau kita bisa membuat pilot project bersama untuk mewujudkan PP Nomor 24 tentang Ekonomi Kreatif.” ujarnya, 

Ia juga berharap agar kolaborasi itu mampu menciptakan sinergi antarlembaga untuk menghasilkan program yang optimal dengan anggaran yang efisien.

“Kami berharap ke depan ada sinergi dan satu wadah khusus agar nanti kita memiliki informasi tentang tata cara syuting di Indonesia, hingga fasilitas yang bisa didapat, lokasinya dimana, untuk itu kami di Kemenparekraf perlu kerja sama dengan berbagai pihak,” ucap dia.

BACA:  Film Dokumenter Sejarah Penjajahan Jepang di Indonesia Diputar di Tokyo



(UWA)

Berita Lainnya