Sosiolog: Pelaku Pesugihan Tidak Berpikir Rasional

Sosiolog Universitas Padjadjaran Nunung Nurwati menyayangkan praktik penganiayaan anak oleh orang tua dengan motif dugaan pesugihan. Metro TV Sosiolog Universitas Padjadjaran Nunung Nurwati menyayangkan praktik penganiayaan anak oleh orang tua dengan motif dugaan pesugihan. Metro TV

Apakareba:  Sosiolog Universitas Padjadjaran Nunung Nurwati menyayangkan peristiwa penganiayaan anak oleh orang tua dengan motif dugaan pesugihan. Fenomena ini dinilai akibat pola pikir masyarakat yang masih tradisional.
 
"Pesugihan telah dilakukan sejak lama. Fenomena ini akan jadi realita karena pola pikir sebagian masyarakat Indonesia belum rasional," jelas Nunung dalam tayangan Newsline di Metro TV, Senin, 6 September 2021.
 
Pesugihan dipicu sistem sosial yang belum memberikan peluang untuk individu untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan akses ekonomi dan pendidikan yang mudah dicapai masyarakat.

Baca juga: Deretan Fakta Orang Tua Tega Cungkil Mata Anaknya di Gowa

Nunung menyebut kohesi sosial mesti ditingkatkan. Hal itu dapat dimulai pada lingkungan tetangga yang mengontrol sekaligus membuat individu merasa nyaman berada di antara mereka.
 
"Mereka (pelaku) sudah hilang kepercayaan terhadap sistem sosial. Mereka depresi sehingga berhalusinasi sehingga timbullah tindakan yang tak terpuji," jelasnya.
 
Selain peran serta masyarakat terdekat, Nunung mengimbau pemuka agama untuk mendorong pemahaman terkait dasar agama. Sehingga, indikator moral warga bisa ditingkatkan.  

(Mentari Puspadini)

 



(NAI)

Berita Lainnya