Dinkes Sulsel Sosialisasikan Pemberian MPASI untuk Tekan Kasus Stunting

Ahli Gizi Dinas Kesehatan Sulsel Erna Alfarisy. Foto: Antara/Suriani Mappong Ahli Gizi Dinas Kesehatan Sulsel Erna Alfarisy. Foto: Antara/Suriani Mappong

Makassar: Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyosialisasikan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) kepada warga setempat, pada Selasa, 14 Juni 2022. Sosialisasi ini dilakukan untuk menekan kasus stunting di lapangan.

"Selain ASI eksklusif pada enam bulan pertama kelahiran itu sangat penting, selanjutnya dibutuhkan makanan pendamping ASI dengan gizi seimbang untuk menekan kasus stunting di lapangan," kata Kepala Dinkes Sulsel, Ema Alfarisy, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juni 2022.

Dinkes Sulsel selaku instansi teknis menggandeng institusi lainnya untuk turut membantu menekan kasus stunting. Seperti, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan (TP PKK) Sulsel.

Baca: Tekan Angka Stunting, Pemkab Bantaeng Dorong Pendekatan KIE

Seluruh pihaknya dikerahkan untuk menggencarkan sosialisasi MPASI kepada para ibu yang memiliki anak balita. Termasuk, untuk para calon ibu.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, mengatakan telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting di Sulsel. Upaya ini dilakukan untuk membantu pencapaian target penurunan angka prevalensi stunting hingga 14 persen pada 2024.

Rita mengaku, saat ini masih ada beberapa kabupaten yang angka prevalensi stuntingnya masih di atas 20 persen. Untuk itu, pihaknya membentuk Program Kampung KB sebagai upaya menurunkan prevalensi stunting.



(UWA)

Berita Lainnya