'Menghantui' Netizen, Ini Fakta Lagu Viral 'Yamet Kudasi'

Tangkapan Layar YouTube Dewi Isma Hoeriah Tangkapan Layar YouTube Dewi Isma Hoeriah

Apakareba:  'Yamet kudasi, yamet kudasi bang yamet parake dasi', itulah penggalan lirik lagu viral yang cukup 'menghantui' belakangan ini. Jika Anda sering berselancar di media sosial, khususnya TikTok mungkin sudah tidak asing dengan lagu tersebut. Sangking uniknya lagu tersebut, sekali Anda mendengar Anda akan terus terngiang-ngiang.

Lirik dan nada yang sederhana menjadi salah satu alasan mengapa lagu ini menjadi mudah melekat di kepala Anda. Selain itu, lagu ini juga masih menjadi pilihan banyak pengguna media sosial untuk mengisi backsound dari videonya.

Dihimpun dari berbagai sumber berikut ini beberapa fakta unik dari lagu 'Yamet Kudasi'.

1. Menjadi Tren
Lagu 'Yamet Kudasi' merupakan salah satu lagu yang saat ini tengah viral dan menjadi tren di media sosial TikTok. Tidak jarang lagu ini dijadikan soundtrack oleh beberapa publik figur dan banyak mendapat respons netizen.

2. Dinyanyikan seorang ibu
Ternyata lagu ini pertama kali dibawakan oleh seorang ibu dengan akun @dewiismahoeriah. Ibu Dewi dalam sebuah postingan mengaku sudah berusia 52 tahun dan mempunyai empat orang anak.

3. Lirik unik
Belum diketahui siapa yang membuat lirik lagu viral tersebut, yang pasti lirik lagu itu terdengar cukup nyeleneh dan dinyanyikan dalam bahasa Sunda. Uniknnya, lagu itu dipadukan dengan musik remix membuat lagu ini mendapat banyak atensi pengguna TikTok.

4. Arti 'Yamet Kudasi'
Mungkin ini yang paling banyak dipertanyakan oleh banyak netizen, sebab penggunaan diksi yang terdengar aneh. Ternyata 'Yamet Kudasi' merupakan plesetan frasa bahasa Jepang yakni 'Yamete Kudasai' yang sering muncul dalam anime.

Frasa tersebut digunakan masyarakat Jepang untuk mengatakan kepada seseorang agar menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai lagu viral yang belakangan menjadi perbincangan. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Viral! Gegara Emoji, Dosen Tega 'Kick' Mahasiswanya di Grup WhatsApp



(NAI)