Keren, WBP di Lapas Narkotika Sungguminasa Dilatih Jadi Hafiz

Foto: Pexels.com Foto: Pexels.com

Apakareba: Pemandangan yang tidak biasa terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Sungguminasa, Sulawesi Selatan. Pasalnya, warga binaan pemasyarakatan (WBP) di sana dilatih menjadi penghafal Alquran atau hafiz. Pendidikan Alquran yang diberikan kepada WBP ditujukan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan. 

"Ada program Dirosa, yakni pendidikan buta huruf Alquran dan untuk yang telah mahir akan berlanjut mengikuti program hafalan Alquran," kata Ketua Lapas Natkorikan Sungguminasa, Yusran Saad, dalam keterangannya, Rabu, 26 Mei 2021, seperti dilansir dari Antara.

Siapa sangka, ternyata kegiatan hafalan Alquran ini berangkat dari kemauan WBP. Seiring dengan waktu, ternyata WBP pun tertarik dan antusias mengikuti hafalan Alquran.

"Kita bersyukur sekali antusiasme WBP untuk melaksanakan kegiatan ini. Lapas Narkotika akan terus memfasilitasi agar jumlah hafiz dari dalam Lapas meningkat," ujarnya.

Baca juga: Kejati Sulsel Tangkap Buronan Tipikor Pengadaan Kapal Ikan Bulukumba 2012

Sementara itu, Kasi Pembinaan Narapidana, Sinardi, mengatakan pembinaan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Pondok Pesantren Darus Istiqamah dan Hidayatullah. Setiap harinya, terdapat empat petugas Lapas dan WBP yang mendampingi.

Hingga ini, program Dirosa telah diikuti oleh 160 orang WBP. Sedangkan penghafal  Alquran sebanyak 79 orang dengan rincian 56 orang penghafal juz 30 dan 23 orang lainnya sebagai penghafal juz 29.

Salah seorang WBP pesera program hafiz asal Makassar, Indra, menyebutkan bahwa kegiatan itu memberikan ketenangan bagi dirinya saat menjalani pidana. Ia mengaku sudah menghafal 3 juz, yakni juz satu, dua, dan tiga puluh.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Selatan, Subhan, pun memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan di Lapas Narkotika, khususnya kegiatan keagamaan. "Yang saya saksikan para warga binaan melakukan salat berjamaah, sampai harus buat tenda karena peserta membludak. Jadi, saya berpikir pembinaan keagamaan berhasil hampir di seluruh Lapas dan Rutan," ucapnya.

Hal ini juga berlaku untuk penganut agama lain. Seperti pemeluk agama Kristen juga rajin beribadah.

Subhan menyampaikan bahwa masyarakat harus tahu bahwa banyak kegiatan positif yang dilaksanakan di Lapas. Sehingga stigma negatif terhadap Lapas bisa memudar dan mendapat dukungan semua pihak.



(SYI)

Berita Lainnya