Kampung Keluarga Berkualitas, Strategi Toraja Percepat Penanganan Stunting di Toraja

Ilustrasi penurunan stunting dengan pembentukan Kampung Berkualitas (KB) dengan melibatkan TNI setempat. Antara/ Suriani MappoNG Ilustrasi penurunan stunting dengan pembentukan Kampung Berkualitas (KB) dengan melibatkan TNI setempat. Antara/ Suriani MappoNG

Sebanyak 42 Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kabupaten Toraja sudah beroperasi. Program itu merupakan upaya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk mempercepat penurunan stunting

"Kami menargetkan 82 Kampung KB pada 2022. Saat ini sudah terbentuk 42 Kampung KB," kata Kepala Dinas DPPKB Tana Toraja dr Ria Minoltha Tanggo, dikutip dari Antara, Rabu, 19 Oktober 2022. 

Ria mengatakan, Kampung KB adalah lembang (desa) yang menerapkan sistem pemberdayaan keluarga yang meliputi seluruh aspek untuk meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat (SDM). Menurutnya,  Kampung KB akan melahirkan keluarga yang berkualitas dengan anak-anak yang kesehatan jasmani dan rohaninya baik.

"Jadi, berkualitas dalam segi fisik dan mental," ucap Ria. 

Oleh karena itu, dia menyebut semua pihak harus ikut serta menyukseskan program ini. 

Pihaknya juga melibatkan semua unsur pemerintahan maupun elemen masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan stunting, Pemerintah Toraja juga membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di setiap Kampung KB, salah satunya di Lembang Bulian Massa'bu.

Dashat adalah pemanfaatan bahan pangan lokal dari pekarangan rumah warga. Program itu juga dilakukan untuk mengedukasi ibu hamil maupun yang memiliki bayi dan balita untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di sekitar pekarangan rumahnya.

Selain itu, para ibu juga diajari mengolahnya menjadi makanan bergizi untuk anak-anaknya."Kita juga memberikan edukasi terkait manfaat setiap tanaman yang mereka tanam untuk diolah menjadi makanan bergizi yang bisa mencegah stunting," ujar Ria.

BACA: Dinkes Sinjai Perkuat Layanan Posyandu di Pelosok untuk Cegah Stunting



(SUR)

Berita Lainnya