Bangga! Mahasiswa Unhas Raih Medali di Ajang Internasional ITEX 2020

Sumber: unhas.ac.id Sumber: unhas.ac.id

Apakareba: Dalam ajang International Invention, Inovation & Technology Exhibition (ITEX) 2020, tim mahasiswa Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas), berhasil meraih medali perunggu. Tentunya ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia.

Ketua tim, Evelyn Joanne Rerung, menjelaskan ITEX menjadi wadah untuk memperkenalkan karya inovasi di ajang internasional sekaligus memberikan ilmu pengetahuan yang luas kepada orang-orang. Ia juga mengungkapkan tujuan utama mengikuti perlombaan ini, yakni turut memberikan kontribusi untuk membawa nama baik Unhas dan Indonesia di kancah internasional.

“Kami mempersiapkan mulai pengambilan keputusan, persiapan riset teknologi, dan hal-hal lainnya. Untuk saya pribadi, tantangan menjadi ketua tim, yaitu bagaimana belajar berkomunikasi dan menentukan keputusan dengan baik,” ucap Evelyn.

Evelyn beserta timnya berhasil mendapatkan medali di ITEX 2020 berkat inovasi mereka yang bernama Self-Powered Fingeprint Attendance (SPRITE). Inovasi ini mencuat setelah mereka menyadari kalau absensi sidirk jadi yang ada sekarang ini sangat tergantung dengan energi listrik. Sehingga alat tidak dapat beroperasi saat listrik padam maupun dari baterai yang dapat menghasilkan limbah baterai.

Atas dasar tersebut, SPRITE hadir sebagai inovasi mesin absensi sidik jari dengan memanfaatkan teknologi Self-Powered Dynamic System. Alat ini mampu mengkonversi energi kinetik berlebih menjadi energi yang digunakan untuk mendayai sistem itu sendiri. Jadi, tanpa ada suplai listrik dari luar, SPRITE masih bisa beroperasi.

“Kami mendesain alat ini sedemikian rupa hingga nyaman digunakan dan bersifat portable. Alat ini bekerja ketika ibu jari diletakkan pada fingerprint sensor dan keempat jari lainnya menekan tuas akan memutar gearbox. Energi dari keapalan tangan dikonversi menjadi energi kinetik rotasi dan akan memutar generator DC guna menghasilkan energi listrik. Kami juga melengkapi alat ini dengan sistem GUI sebagai media untuk meningkatkan experience pengguna,” papar Evelyn.

SPRITE diharapkan bisa menjadi generasi baru dari mesin absensi sidik jadi dan selanjutnya dapat diaplikasikan secara komersil sebagai mesin absensi di perusahaan, kampus, dan instansi lainnya.

Terakhir, Evelyn menyemangati seluruh mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta menanamkan semangat jiwa muda untuk disalurkan ke hal yang positif. Hal ini penting untuk mengembangkan diri sendiri dan juga lingkungan sekitar.

ITEX merupakan kegiatan pameran penemuan dan inovasi teknologi level internasional yang diselenggarakan di Malaysia. Acara ini berlangsung pada 20-21 November 2020. Perlombaan ini dilaksanakan secara virtual mengingat saat ini dunia sedang dilanda pandemi covid-19.

Adapun nama-nama mahasiswa yang mewakili Unhas dalam ajang ITEX 2020.

Ketua tim: Evelyn Joanne Rerung

Anggota:

1. Gabriel Samuel

2. Arson Marianus

3. Muhammad Fahryl

4. Josafat Arta Bryan

Wah, keren sekali ya mahasiswa Unhas ini. Tidak hanya kaya akan budaya, ternyata Indonesia juga melahirkan banyak bibit-bibit unggul dalam dunia ilmu pengetahuan. Semoga prestasi ini dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional!



(SYI)